Pajak Penghasilan Umum

Pajak penghasilan terdapat dalam Undang Undang Nomor 17 tahun 2000 yang mengatur tentang pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dalam tahun pajak. Penghasilan yang dikenakan pajak dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok, yaitu :

  1. Penghasilan dari pekerjaan, jasa, dan kegiatan
  2. Penghasilan dari usaha dan kegiatan
  3. Penghasilan dari modal, jasa, dan sewa atau penggunaan harta
  4. Penghasilan lain-lain

Subjek pajak penghasilan terdiri dari subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri, yang meliputi : orang pribadi, warisan yang belum terbagi, badan, bentuk usaha tetap. Sedangkan yang tidak termasuk dalam subjek pajak penghasilan, ialah badan perwakilan negara lain, pejabat-pejabat perwakilan diplomatik organisasi Internasional, dan pejabat-pejabat perwakilan organisasi Internasional.

Selain subjek pajak penghasilan juga terdapat objek pajak penghasilan yang terdiri dari gaji, upah, honorarium, komisi, bonus, uang pensiun, hadiah dari undian dan penghargaan, dan laba usaha, dan lain-lain. Sedangkan yang tidak termasuk dalam objek pajak penghasilan adalah bantuan, harta hibahan, warisan, natura, penggantian dari perusahaan asuransi, dan deviden yang diterima dari PT sebagai WPDN.

Dalam pajak penghasilan tentunya ada yang namanya penghasilan kena pajak atau yang sering disebut PKP. Bagi wajib pajak dalam negeri (WPDN), pada dasarnya terdapat dua cara untuk menentukan besarnya penghasilan kena pajak, yaitu :

  1. Cara biasa (cara pembukuan), yaitu penghasilan bruto dikurangi dengan biaya-biaya.
  2. Dengan norma penghasilan bruto, Besarnya prosentase norma ditentukan berdasarkan keputusan dirjen pajak, norma perhitungan penghasilan neto boleh digunakan wajib pajak yang peredaran brutonya kurang dari Rp 1.800.000.000 setahun.

Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) merupakan pengurang penghasilan neto, yang hanya diberikan oleh wajib pajak orang pribadi sebagai WPDN, yakni :

  1. Untuk wajib pajak sendiri sebesar Rp 15.840.000 setahun.
  2. Untuk wajib pajak kawin sebesar Rp 1.320.000 setahun.
  3. Untuk anggota keluarga sedarah, semenda dalam garis keturunan lurus, dan anak angkat, maksimal 3 orang, masing-masing sebesar 1.320.000 setahun.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak_penghasilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s